Kondisi
perekonomian Republik Rakyat Tiong kok (RRC) yang cenderung berada pada level menggembirakan
membuat para ekonom memprediksi bahwa pemerintah RRC diperkirakan akan tetap
mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan pada angka 7,5%
(www.bisnis.com tanggal 3 Desember 2012). Sebanyak 9 dari 16 analis yang
disurvei Bloomberg News pada 22-30 November 2012 memperkirakan pemerintah Tiong
kok tidak akan merubah target pertumbuhan ekonomi tahun 2013. Sementara 6
analis lainnya melihat adanya harapan penurunan hingga 7%, dan 1 analis melihat
akan ada peningkatan hingga 8%. Sementara itu, data per 1 Desember 2012
menunjukkan indeks manufaktur naik ke level tertinggi dalam 7 bulan terakhir
pada bulan November, menambah bukti adanya pertumbuhan kembali menguat dari
level terendah dalam 3 tahun.
Sebagai salah satu mitra dagang Indonesia, kebijakan ekonomi negara Tiong kok tentunya akan memberikan dampak terhadap hubungan perdagangan kedua negara. Gregory Mankiw dalam bukunya yang berjudul Macroeconomic menyatakan bahwa, kebijakan ekonomi sebuah negara akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara yang lain. Selanjutnya, akan diurai dampak adanya kebijakan pemerintah Tiong kok untuk menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi 7,5% terhadap kondisi perekonomian dalam negeri di Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis makroekonomi. Selain teori-teori makroekonomi dalam Macroeconomic, dua model ekonomi yang akan digunakan untuk membantu analisis dampak pertumbuhan ekonomi Tiong kok terhadap perekonomian Indonesia adalah Model Perekonomian Terbuka dan Model Mundell-Fleming yang merupakan pengembangan dari Model IS-LM dan Model Perekonomian Terbuka.
Adanya liberalisasi perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok sebagai akibat dari penandatangan perjanjian Asean China Free Trade Agreement pada tahun 2007, berdampak pada peningkatan volume perdagangan antar kedua negara. Data perdagangan yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan dalam website resminya memperlihatkan bahwa sejak tahun 2007 s.d. 2011, jumlah ekspor non migas dari Indonesia ke Tiong kok telah menempati posisi pertama dari total ekspor ke negara-negara lain dengan total peningkatan sebesar 34,23% menjadi $21,6 Miliar di tahun 2011. Sementara sampai dengan bulan September 2012, total ekspor non migas Indonesia ke Tiong kok telah menyentuh angka $14 Miliar. Disisi lain, total impor non migas Indonesia dari Tiong kok pada tahun 2011 berjumlah $24,5 Miliar atau naik 29,71% dari tahun 2007. Sedangkan sampai dengan September 2012, Indonesia telah membukukan total impor non migas dari Tiong kok sebanyak $21,4 Miliar. Statistik diatas menggambarkan adanya defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok dikarenakan jumlah impor barang dari Tiong kok ke Indonesia melebihi jumlah barang yang diekspor dari Indonesia ke Tiong kok. Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Tiong kok memang berperan bagi peningkatan arus perdagangan Indonesia ke Tiong kok. Namun peningkatan tersebut tidak sebanding dengan kenaikan nilai arus barang dari Tiong kok yang masuk ke Indonesia.
Komponen pertumbuhan ekonomi sebuah negara (GDP atau Y) terdiri dari konsumsi masyarakat (C), investasi (I), belanja pemerintah (G) dan ekspor netto (NX) yang merupakan selisih dari ekspor (X) dan impor (M). Sebagai salah satu raksasa perekonomian dunia setelah Amerika Serikat, saat ini Tiong kok dapat dikatakan memiliki kekuatan ekonomi yang hampir merata di masing-masing komponen pertumbuhan ekonomi. Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terpadat di dunia, Tiong kok memiliki potensi pasar domestik yang cukup besar untuk meningkatkan komponen konsumsinya. Tingginya pertumbuhan ekonomi Tiong kok juga ditopang oleh komponen investasi dan surplus neraca perdagangan yang cukup besar. Salah satu indikator dari tingginya investasi dan besarnya potensi ekspor Tiong kok adalah adanya peningkatan defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok. Selama 8 bulan pertama pada tahun 2012, defisit perdagangan Indonesia-Tiong kok tercatat sebesar US$5 Miliar, lebih tinggi dari defisit perdagangan pada periode yang sama di tahun lalu yang berada pada angka US$3 Miliar. Selain itu, kuatnya dukungan pemerintah terhadap perekonomian Tiong kok juga digambarkan dengan struktur APBN yang sangat mendukung penciptaan iklim investasi di dalam negeri yang sehat.
Kondisi ini menunjukan bahwa ketika pemerintah Tiong kok telah menetapkan untuk mejaga pertumbuhan ekonomi mereka agar tetap tinggi di tahun 2013 pada level 7,5% , maka pemerintah Tiong kok tentunya akan berusaha untuk menggerakan setiap komponen pertumbuhan ekonominya untuk dapat mencapai bahkan melampaui target pertumbuhan tersebut. Fakta bahwa pasar perdagangan Tiong kok tidak hanya berada di dalam negeri tapi telah menjangkau seluruh dunia termasuk pasar ASEAN dan Indonesia, menjadikan setiap negara yang menjadi mitra dagang Tiong kok untuk perlu mengantisipasi dampak positif dan negatif dari kebijakan pemerintah Tiong kok ini.
Ada dua faktor penting yang dapat digunakan untuk menganalisis dampak dari kebijakan pertumbuhan ekonomi pemerintah Tiong kok. Faktor pertama adalah Neraca Perdagangan (Trade Balance). Nama lain untuk Neraca Perdagangan adalah ekspor neto karena menunjukan bagaimana perdagangan barang dan jasa melenceng dari tolak ukur kesamaan ekspor dan impor (Mankiw, 2007). Ekspor neto sendiri pada dasarnya adalah selisih antara ekspor dan impor. Ketika nilai ekspor dari sebuah negara lebih besar dari nilai impornya dalam suatu periode perekonomian, maka negara tersebut dikatakan mengalami surplus perdagangan. Sebaliknya, ketika sebuah negara berada pada kondisi dimana nilai impor lebih besar dari nilai ekspornya, maka negara tersebut dikatakan mengalami defisit neraca perdagangan. Meskipun Tiong kok memiliki jumlah penduduk cukup besar (lebih dari 1,3 Miliar orang), namun pasar perdagangan Tiong kok sesungguhnya tersebar di hampir di seluruh belahan dunia. Disisi lain, Tiong kok termasuk salah satu negara yang cukup efisien dalam melaksanakan kegiatan produksinya karena mampu untuk memproduksi barang dengan harga jual yang sangat murah bila dibandingkan dengan barang yang sama yang diproduksi oleh negara lain. Biaya input produksi yang cukup murah ditambah dengan jumlah produksi yang cukup besar menjadi faktor pendukung bagi Tiong kok untuk mampu memproduksi barang dengan harga yang sangat kompetitif. Dukungan pasar yang sangat luas dan produk perekonomian yang cukup kompetitif menjadikan Tiong kok mampu untuk menggenjot nilai ekspornya. Dampaknya, setiap tahunnya Tiong kok hampir selalu mencatatkan surplus perdagangan dengan mitra dagangnya (salah satunya adalah Indonesia).
Faktor kedua adalah Arus Modal Keluar Neto (Net Foreign Investment). Arus Modal Keluar Neto adalah selisih antara jumlah modal yang dipinjami oleh sebuah negara ke luar negeri dengan jumlah modal yang dipinjamkan oleh negara asing ke dalam negeri. Mankiw menjelaskan bahwa dalam perekonomian terbuka, Neraca Perdagangan (NX) adalah sama dengan Arus Modal Keluar Neto (S-I). Jadi disaat sebuah negara mengalami surplus neraca perdagangan dimana negara tersebut mampu mengekspor lebih banyak, pada saat yang sama negara tersebut pun bertindak sebagai negara donor di pasar uang dunia. Tingkat pertumbuhan ekonomi Tiong kok yang cukup tinggi selama tahun ke tahun tentunya akan meningkatkan jumlah ketersediaan modal yang ada didalam negeri. Salah satu indikatornya adalah tingginya jumlah tabungan (S) di dalam negeri. Pemerintah Tiong kok akan merespon tingginya jumlah modal di dalam negeri dengan cara mengivestasikan kelebihan dana tersebut ke negara-negara lain yang membutuhkan suntikan dana melalui mekanisme investasi. Kondisi inilah yang akan meningkatkan nilai Arus Keluar Neto negara Tiong kok.
Kedua faktor ini menunjukan bahwa upaya pemerintah Tiong kok untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi akan berimbas kepada perekonomian negara-negara lain dalam perdagangan dunia. Baik melalui masuknya komoditas perdagangan Tiong kok ke pasar negara asing, maupun mengalirnya modal dari Tiong kok ke negara tujuan investasi. Indonesia sebagai mitra dagang Tiong kok, baik secara bilateral (Indonesia-Tiong kok) maupun secara regional (ASEAN-Tiong kok), pun harus mengantisipasi kebijakan pertumbuhan ekonomi Tiong kok di tahun 2013. Harry Bowo dalam penelitiannya pada tahun 2012 yang berjudul Dampak Penerapan Asean-Tiong kok FTA terhadap Nilai Perdagangan Indonesia: Studi Beberapa Komoditas Terpilih menyimpulkan bahwa ada hubungan positif antara pemberlakuan Asean-Tiong kok FTA terhadap nilai perdagangan kedua negara. Setelah pemberlakuan FTA, nilai ekspor-impor kedua negara mengalami peningkatan yang lebih besar bila dibandingkan dengan peningkatan ekspor-impor sebelum diberlakukan FTA. Tapi data dari Kementerian Perdagangan (sebagaimana telah dibahas pada bagian awal) menunjukan bahwa secara country to country pertumbuhan volume dan nilai perdagangan Indonesia tidak seimbang dengan pertumbuhan volumen dan nilai perdagangan Tiong kok. Hasilnya, defisit perdagangan yang terus melebar antar kedua negara. Dampaknya, cadangan devisa Indonesia akan terus tergerus untuk membiayai defisit perdagangan tersebut.
Mankiw (2007) dalam bukunya menjelaskan bahwa dalam Model Perekonomian Terbuka, kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah asing (dalam kasus ini Tiong kok) akan berdampak pada perekonomian domestik negara lainnya (dalam kasus ini Indonesia. Dampak tersebut dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini.
Sebagai salah satu mitra dagang Indonesia, kebijakan ekonomi negara Tiong kok tentunya akan memberikan dampak terhadap hubungan perdagangan kedua negara. Gregory Mankiw dalam bukunya yang berjudul Macroeconomic menyatakan bahwa, kebijakan ekonomi sebuah negara akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara yang lain. Selanjutnya, akan diurai dampak adanya kebijakan pemerintah Tiong kok untuk menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi 7,5% terhadap kondisi perekonomian dalam negeri di Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis makroekonomi. Selain teori-teori makroekonomi dalam Macroeconomic, dua model ekonomi yang akan digunakan untuk membantu analisis dampak pertumbuhan ekonomi Tiong kok terhadap perekonomian Indonesia adalah Model Perekonomian Terbuka dan Model Mundell-Fleming yang merupakan pengembangan dari Model IS-LM dan Model Perekonomian Terbuka.
Adanya liberalisasi perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok sebagai akibat dari penandatangan perjanjian Asean China Free Trade Agreement pada tahun 2007, berdampak pada peningkatan volume perdagangan antar kedua negara. Data perdagangan yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan dalam website resminya memperlihatkan bahwa sejak tahun 2007 s.d. 2011, jumlah ekspor non migas dari Indonesia ke Tiong kok telah menempati posisi pertama dari total ekspor ke negara-negara lain dengan total peningkatan sebesar 34,23% menjadi $21,6 Miliar di tahun 2011. Sementara sampai dengan bulan September 2012, total ekspor non migas Indonesia ke Tiong kok telah menyentuh angka $14 Miliar. Disisi lain, total impor non migas Indonesia dari Tiong kok pada tahun 2011 berjumlah $24,5 Miliar atau naik 29,71% dari tahun 2007. Sedangkan sampai dengan September 2012, Indonesia telah membukukan total impor non migas dari Tiong kok sebanyak $21,4 Miliar. Statistik diatas menggambarkan adanya defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok dikarenakan jumlah impor barang dari Tiong kok ke Indonesia melebihi jumlah barang yang diekspor dari Indonesia ke Tiong kok. Perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Tiong kok memang berperan bagi peningkatan arus perdagangan Indonesia ke Tiong kok. Namun peningkatan tersebut tidak sebanding dengan kenaikan nilai arus barang dari Tiong kok yang masuk ke Indonesia.
Komponen pertumbuhan ekonomi sebuah negara (GDP atau Y) terdiri dari konsumsi masyarakat (C), investasi (I), belanja pemerintah (G) dan ekspor netto (NX) yang merupakan selisih dari ekspor (X) dan impor (M). Sebagai salah satu raksasa perekonomian dunia setelah Amerika Serikat, saat ini Tiong kok dapat dikatakan memiliki kekuatan ekonomi yang hampir merata di masing-masing komponen pertumbuhan ekonomi. Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terpadat di dunia, Tiong kok memiliki potensi pasar domestik yang cukup besar untuk meningkatkan komponen konsumsinya. Tingginya pertumbuhan ekonomi Tiong kok juga ditopang oleh komponen investasi dan surplus neraca perdagangan yang cukup besar. Salah satu indikator dari tingginya investasi dan besarnya potensi ekspor Tiong kok adalah adanya peningkatan defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok. Selama 8 bulan pertama pada tahun 2012, defisit perdagangan Indonesia-Tiong kok tercatat sebesar US$5 Miliar, lebih tinggi dari defisit perdagangan pada periode yang sama di tahun lalu yang berada pada angka US$3 Miliar. Selain itu, kuatnya dukungan pemerintah terhadap perekonomian Tiong kok juga digambarkan dengan struktur APBN yang sangat mendukung penciptaan iklim investasi di dalam negeri yang sehat.
Kondisi ini menunjukan bahwa ketika pemerintah Tiong kok telah menetapkan untuk mejaga pertumbuhan ekonomi mereka agar tetap tinggi di tahun 2013 pada level 7,5% , maka pemerintah Tiong kok tentunya akan berusaha untuk menggerakan setiap komponen pertumbuhan ekonominya untuk dapat mencapai bahkan melampaui target pertumbuhan tersebut. Fakta bahwa pasar perdagangan Tiong kok tidak hanya berada di dalam negeri tapi telah menjangkau seluruh dunia termasuk pasar ASEAN dan Indonesia, menjadikan setiap negara yang menjadi mitra dagang Tiong kok untuk perlu mengantisipasi dampak positif dan negatif dari kebijakan pemerintah Tiong kok ini.
Ada dua faktor penting yang dapat digunakan untuk menganalisis dampak dari kebijakan pertumbuhan ekonomi pemerintah Tiong kok. Faktor pertama adalah Neraca Perdagangan (Trade Balance). Nama lain untuk Neraca Perdagangan adalah ekspor neto karena menunjukan bagaimana perdagangan barang dan jasa melenceng dari tolak ukur kesamaan ekspor dan impor (Mankiw, 2007). Ekspor neto sendiri pada dasarnya adalah selisih antara ekspor dan impor. Ketika nilai ekspor dari sebuah negara lebih besar dari nilai impornya dalam suatu periode perekonomian, maka negara tersebut dikatakan mengalami surplus perdagangan. Sebaliknya, ketika sebuah negara berada pada kondisi dimana nilai impor lebih besar dari nilai ekspornya, maka negara tersebut dikatakan mengalami defisit neraca perdagangan. Meskipun Tiong kok memiliki jumlah penduduk cukup besar (lebih dari 1,3 Miliar orang), namun pasar perdagangan Tiong kok sesungguhnya tersebar di hampir di seluruh belahan dunia. Disisi lain, Tiong kok termasuk salah satu negara yang cukup efisien dalam melaksanakan kegiatan produksinya karena mampu untuk memproduksi barang dengan harga jual yang sangat murah bila dibandingkan dengan barang yang sama yang diproduksi oleh negara lain. Biaya input produksi yang cukup murah ditambah dengan jumlah produksi yang cukup besar menjadi faktor pendukung bagi Tiong kok untuk mampu memproduksi barang dengan harga yang sangat kompetitif. Dukungan pasar yang sangat luas dan produk perekonomian yang cukup kompetitif menjadikan Tiong kok mampu untuk menggenjot nilai ekspornya. Dampaknya, setiap tahunnya Tiong kok hampir selalu mencatatkan surplus perdagangan dengan mitra dagangnya (salah satunya adalah Indonesia).
Faktor kedua adalah Arus Modal Keluar Neto (Net Foreign Investment). Arus Modal Keluar Neto adalah selisih antara jumlah modal yang dipinjami oleh sebuah negara ke luar negeri dengan jumlah modal yang dipinjamkan oleh negara asing ke dalam negeri. Mankiw menjelaskan bahwa dalam perekonomian terbuka, Neraca Perdagangan (NX) adalah sama dengan Arus Modal Keluar Neto (S-I). Jadi disaat sebuah negara mengalami surplus neraca perdagangan dimana negara tersebut mampu mengekspor lebih banyak, pada saat yang sama negara tersebut pun bertindak sebagai negara donor di pasar uang dunia. Tingkat pertumbuhan ekonomi Tiong kok yang cukup tinggi selama tahun ke tahun tentunya akan meningkatkan jumlah ketersediaan modal yang ada didalam negeri. Salah satu indikatornya adalah tingginya jumlah tabungan (S) di dalam negeri. Pemerintah Tiong kok akan merespon tingginya jumlah modal di dalam negeri dengan cara mengivestasikan kelebihan dana tersebut ke negara-negara lain yang membutuhkan suntikan dana melalui mekanisme investasi. Kondisi inilah yang akan meningkatkan nilai Arus Keluar Neto negara Tiong kok.
Kedua faktor ini menunjukan bahwa upaya pemerintah Tiong kok untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi akan berimbas kepada perekonomian negara-negara lain dalam perdagangan dunia. Baik melalui masuknya komoditas perdagangan Tiong kok ke pasar negara asing, maupun mengalirnya modal dari Tiong kok ke negara tujuan investasi. Indonesia sebagai mitra dagang Tiong kok, baik secara bilateral (Indonesia-Tiong kok) maupun secara regional (ASEAN-Tiong kok), pun harus mengantisipasi kebijakan pertumbuhan ekonomi Tiong kok di tahun 2013. Harry Bowo dalam penelitiannya pada tahun 2012 yang berjudul Dampak Penerapan Asean-Tiong kok FTA terhadap Nilai Perdagangan Indonesia: Studi Beberapa Komoditas Terpilih menyimpulkan bahwa ada hubungan positif antara pemberlakuan Asean-Tiong kok FTA terhadap nilai perdagangan kedua negara. Setelah pemberlakuan FTA, nilai ekspor-impor kedua negara mengalami peningkatan yang lebih besar bila dibandingkan dengan peningkatan ekspor-impor sebelum diberlakukan FTA. Tapi data dari Kementerian Perdagangan (sebagaimana telah dibahas pada bagian awal) menunjukan bahwa secara country to country pertumbuhan volume dan nilai perdagangan Indonesia tidak seimbang dengan pertumbuhan volumen dan nilai perdagangan Tiong kok. Hasilnya, defisit perdagangan yang terus melebar antar kedua negara. Dampaknya, cadangan devisa Indonesia akan terus tergerus untuk membiayai defisit perdagangan tersebut.
Mankiw (2007) dalam bukunya menjelaskan bahwa dalam Model Perekonomian Terbuka, kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah asing (dalam kasus ini Tiong kok) akan berdampak pada perekonomian domestik negara lainnya (dalam kasus ini Indonesia. Dampak tersebut dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini.
Diasumsikan bahwa salah satu kebijakan yang diambil oleh
pemerintah Tiong kok untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2013
adalah dengan meningkatkan jumlah belanja pemerintah (G). Menurut Model
Perekonomian Terbuka, ketika pemerintah Tiong kok melakukan kebijakan fiskal
yang ekspansif (menaikan G) maka akan berdampak pada menurunnya jumlah tabungan
dunia dan disaat yang sama menaikan tingkat bunga dunia. Kenaikan tingkat bunga
dunia akan menyebabkan sebagian investasi keluar dari Indonesia untuk mengambil
keuntungan atas kenaikan tingkat bunga dunia tersebut. Hasilnya, jumlah
investasi akan berkurang sehingga meningkatkan nilai S-I dan menggeser kurva
S-I ke kanan. Pergeseran kurva S-I mengakibatkan kenaikan surplus perdagangan
dari NX1 ke NX2. Dengan kata lain, Model Perekonomian Terbuka dapat menunjukan
bahwa kebijakan fiskal pemerintah Tiong kok yang bersifat ekspansif untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonominya dapat mendepresiasi nilai tukar rupiah di
dalam negeri sehingga menurunkan kurs riil dari є1 ke є2. Namun dampak
positifnya adalah secara total perdagangan, Indonesia dapat mengalami surplus
perdagangan.
Pemerintah Tiong kok tentunya tidak hanya memiliki pilihan untuk menambah jumlah belanja pemerintah (G) saja, pilihan lainnya adalah meningkatkan konsumsi (C) masyarakat, menambah investasi (I) dan meningkatkan ekspor netto (NX). Dalam kaitannya dengan perdagangan antara Indonesia-Tiong kok, maka analisis akan lebih difokuskan kepada transaksi ekspor-impor antar kedua negara (Neraca Perdagangan). Selanjutnya untuk menambah ruang lingkup analisis, maka model yang digunakan adalah model Mundell Fleming dengan asumsi, arus perdagangan Indonesia dengan negara mitra lainnya adalah tetap, sehingga hanya kebijakan perdagangan dengan Tiong kok yang dapat mempengaruhi pertumbuhan Neraca Perdagangan Indonesia. Premi resiko di Indonesia diasumsikan kecil atau mendekati nol karena rendahnya tingkat resiko investasi di Indonesia. Indikatornya adalah grade investasi Indonesia yang berada satu level di bawah investment grade dan rendahnya pergolakan politik di dalam negeri, khususnya di ibukota. Dampaknya, tingkat bunga di Indonesia (r) diasumsikan sama dengan tingkat bunga dunia (r*).
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 sebesar 7,5%, maka pemerintah Tiong kok akan mendorong pertumbuhan neraca perdagangannya dengan cara meningkatkan nilai ekspornya ke negara-negara mitra dagang, dimana Indonesia adalah salah satu dari negara-negara tersebut. Data Kementerian Perdagangan menunjukan bahwa sampai dengan akhir tahun 2012 masih terdapat defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok, dan selisih negatif terhadap net ekspor tersebut diperirakan masih akan terjadi pada tahun 2013. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ekspor akan menekan neraca perdagangan Indonesia dan menghasilkan NX yang negatif. Gambar 2.2 dibawah ini menunjukan dampak kebijakan perdagangan luar negeri ekspansif Tiong kok terhadap perekonomian Indonesia.
Pemerintah Tiong kok tentunya tidak hanya memiliki pilihan untuk menambah jumlah belanja pemerintah (G) saja, pilihan lainnya adalah meningkatkan konsumsi (C) masyarakat, menambah investasi (I) dan meningkatkan ekspor netto (NX). Dalam kaitannya dengan perdagangan antara Indonesia-Tiong kok, maka analisis akan lebih difokuskan kepada transaksi ekspor-impor antar kedua negara (Neraca Perdagangan). Selanjutnya untuk menambah ruang lingkup analisis, maka model yang digunakan adalah model Mundell Fleming dengan asumsi, arus perdagangan Indonesia dengan negara mitra lainnya adalah tetap, sehingga hanya kebijakan perdagangan dengan Tiong kok yang dapat mempengaruhi pertumbuhan Neraca Perdagangan Indonesia. Premi resiko di Indonesia diasumsikan kecil atau mendekati nol karena rendahnya tingkat resiko investasi di Indonesia. Indikatornya adalah grade investasi Indonesia yang berada satu level di bawah investment grade dan rendahnya pergolakan politik di dalam negeri, khususnya di ibukota. Dampaknya, tingkat bunga di Indonesia (r) diasumsikan sama dengan tingkat bunga dunia (r*).
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 sebesar 7,5%, maka pemerintah Tiong kok akan mendorong pertumbuhan neraca perdagangannya dengan cara meningkatkan nilai ekspornya ke negara-negara mitra dagang, dimana Indonesia adalah salah satu dari negara-negara tersebut. Data Kementerian Perdagangan menunjukan bahwa sampai dengan akhir tahun 2012 masih terdapat defisit perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok, dan selisih negatif terhadap net ekspor tersebut diperirakan masih akan terjadi pada tahun 2013. Dengan demikian, upaya pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ekspor akan menekan neraca perdagangan Indonesia dan menghasilkan NX yang negatif. Gambar 2.2 dibawah ini menunjukan dampak kebijakan perdagangan luar negeri ekspansif Tiong kok terhadap perekonomian Indonesia.
Pendekatan IS-LM menunjukan bahwa pertumbuhan NX yang negatif akan menyebabkan kurva pengeluaran yang direncanakan pada kurva perpotongan keynessian akan bergerak ke bawah. Pergerakan ini akan menggeser kurva IS0 menjadi IS1 sehingga menjadikan nilai tukar rupiah terdepresiasi (nilai tukar riil turun dari є0 ke є1). Model Mundell Fleming menunjukan bahwa pergeseran kurva IS0 menjadi IS1 tidak berdampak pada kenaikan jumlah output Y (output tetap di Y0), namun mengakibatkan nilai tukar rupiah terdepresiasi.
Pemerintah dapat merespon kondisi ini (khususnya agar dapat menaikan jumlah output) dengan cara menerapkan kebijakan moneter ekspansif yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia dapat menggeser kurva LM ke kanan dari LM0 ke LM1 dengan cara menambah jumlah uang beredar. Dengan asumsi tingkat harga tetap, maka kenaikan jumlah uang beredar (M) akan menaikan keseimbangan uang riil (M/P). Naiknya keseimbangan uang riil pada akhirnya akan menggeser kurva LM ke kanan dan menaikan jumlah output (Y). Namun, kenaikan jumlah output dari Y0 ke Y1 menyebabkan penurunan kurs riil ke level yang lebih rendah dari є1 ke є2. Terdepresiasinya nilai tukar rupiah akan menyebabkan harga barang di dalam negeri menjadi lebih murah sehingga membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke mitra dagangan di luar negeri. Peningkatan ekspor akan berdampak positif pada NX Indonesia sehingga kurva IS1 akan bergeser ke kanan. Pergerakan positif dari kurva IS ini akan menyebabkan nilai tukar rupiah kembali menguat ke posisi є3.
Model Mundell Fleming menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah Tiong kok untuk meningkatkan perekonomiannya dari sisi perdagangan dengan Indonesia akan menyebabkan tingginya arus perdagangan dari Tiong kok ke Indonesia (ekspor). Faktanya memang ini yang terjadi. Adanya perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Indonesia dan Tiong kok dan kebijakan pemerintah Tiong kok untuk terus menggenjot pertumbuhan ekonomi negaranya telah menyebabkan defisit neraca perdagangan antara Indonesia dan Tiong kok. Namun Model Mundell Fleming menunjukan bahwa dampaknya adalah penurunan nilai tukar rupiah, sedangkan output total secara keseluruhan cenderung berada dalam keadaan tetap. Sistem nilai tukar Indonesia yang menganut sistem managed floating exchange rate mengharuskan pemerintah merespon kondisi ini dalam rangka mengendalikan depresiasi nilai rupiah. Kebijakan moneter ekspansif dapat menjadi solusinya. Ketika pemerintah menambah jumlah uang beredar, maka Model Mundell Fleming menunjukan bahwa pasar akan berespon sehingga output perekonomian dapat ditingkatkan. Tidak berhenti sampai disitu, kebijakan moneter ini pun dapat berdampak di pasar barang melalui pergeseran ke kanan kurva IS untuk merespon depresiasi nilai tukar rupiah. Hasilnya, pergerakan rupiah dapat dikendalikan dan kembali mengalami penguatan (apresiasi).
Dari hasil analisis dampak pertumbuhan ekonomi Tiong kok terhadap perekonomian Indonesia di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 dan dalam rangka tetap mempertahankan tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi, pemerintah Tiong kok akan mengeluarkan kebijakan ekonomi untuk mendorong kenaikan tingkat konsumsi masyarakat (C), tingkat investasi (I), jumlah pengeluaran pemerintah (G) dan nilai ekspor neto (NX).
2. Sebagai salah satu dari mitra dagang Tiong kok, kebijakan perekonomian Tiong kok baik kebijakan fiskal maupun kebijakan perdagangan tentunya akan berdampak pada perkonomian Indonesia.
3. Model Perekonomian Terbuka memberikan gambaran bahwa kebijakan fiskal ekpansif dari pemerintah Tiong kok akan berdampak positif pada peningkatan ekspor neto Indonesia.
4. Dalam analisis yang lebih luas, Model Mundell Fleming menunjukan bahwa tingginya arus perdagangan dari Tiong kok akan mendepresiasi nilai tukar rupiah, namun tidak berdampak pada jumlah output perekonomian (Y) secara total. Dengan menggunakan instrumen kebijakan moneter ekspansif, pemerintah Indonesia dapat meningkatkan output perekonomian dan mengendalikan penurunan mata uang rupiah sebagai akibat dari kebijakan perdagangan Tiong kok yang ekspansif.
DAFTAR HARGA LES
PRIVAT BAHASA MANDARIN SURABAYA
DAFTAR HARGA
MURID DATANG KERUMAH GURU
1 orang 520.000/bulan
2 orang 640.000/bulan
3 orang 840.000/bulan
4 orang 960.000/bulan
Sidotopo,
ploso, mulyosari, pakuwon, lebak,
1 orang 600.000/bulan
2-3 orang
800.000/bulan
4-5 orang 1.120.000/bulan
6-7 orang
1.440.000/bulan
8-9 orang
1.600.000/bulan
Surabaya timur
1-2 orang
880.000/bulan
3-4 orang
1.080.000/bulan
5-6 orang
1.600.000/bulan
7-9 orang 1.960.000/bulan
Surabaya Barat
1-3 orang
1.200.000/bulan
4-6 orang 1.600.000/bulan
7-9 orang 2.240.000/bulan
Sekali pertemuan 65
menit sampai 85 menit
Seminggu 2 kali
sebulan 8 kali
ANDA
BERMINAT LES PRIVAT BAHASA MANDARIN
XL :
087853300091
PIN
BB
: 542D2541
LINE : young_bastian
INSTAGRAM
: HUANGKUNYANG
LES PRIVAT BAHASA
MANDARIN GRATIS
DI KURSUS LESPRIVAT
BAHASA MANDARIN HUANG SURABAYA INI SAYA MENAWARKAN COBA LES PRIVAT BAHASA
MANDARIN GRATIS. ALASAN SAYA COBA LES
PRIVAT BAHASA MANDARIN GRATIS ADALAH UNTUK MEMBUKTIKAN KUALITAS SEMUA TENAGA
PENGAJAR SAYA. BANYAK KURSUS PRIVAT BAHASA MANDARIN YANG MENAWARKAN JASANYA
TETAPI KUALITAS TENAGA PENGAJARNYA YANG TIDAK JELAS. DENGAN ANDA MEMILIH LES
PRIVAT BAHASA MANDARIN TANPA COBA LES PRIVAT BAHASA MANDARIN GRATIS ANDA SUDAH
PASTI RUGI WAKTU, UANG DAN TENAGA . DENGAN ADANYA COBA LES PRIVAT BAHASA
MANDARIN GRATIS ANDA DAPAT MEMBUKTIKAN KUALITAS TENAGA PENGAJAR SAYA.
LES GRATIS INI HANYA
DUA KALI SAJA, DURASI LES GRATIS INI ADALAH 55 MENIT SAMPAI 125 MENIT. COBA LES
PRIVAT BAHASA MANDARIN GRATIS INI SUDAH SANGAT MEMBANTU ANDA DALAM MEMILIH LES
PRIVAT BAHASA MANDARIN, MENGEMBANGKAN
WAWASAN ANDA DALAM HAL BELAJAR BAHASA MANDARIN.
INGAT DALAM MEMILIH
GURU LES PRIVAT BAHASA MANDARIN BUKAN HANYA GELAR (PENDIDIKAN) DAN PENGALAMAN SAJA YANG HARUS ANDA LIHAT TETAPI
YANG PALING PENTING ADALAH KEMAMPUANYA MENGAJAR YANG ASLI DALAM MENGAJAR,
DIMANA KEMAPUANNYA DALAM MENGAJAR BISA ANDA BUKTIKAN DAN ANDA RASAKAN SECARA
LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG. GELAR (PENDIDIKAN) DAN PENGALAMAN BISA PALSU DAN TIPUAN SAJA, TETAPI
KEMAMPUANYA MENGAJAR YANG ASLI DALAM MENGAJAR, DIMANA KEMAPUANNYA DALAM
MENGAJAR BISA ANDA BUKTIKAN DAN ANDA RASAKAN SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK
LANGSUNG TIDAK DAPAT MENIPU KARENA ANDA SENDIRI YANG MERASAKANNYA SENDIRI.
JANGAN PERCAYA DENGAN
IKLAN YANG TIDAK ANDA BUKTIKAN SENDIRI
KEBENARANYA , JANGAN PERCAYA DENGAN KATA ORANG LAIN YANG TIDAK ANDA
BUKTIKAN SENDIRI KEBENARANYADAN KARENA
HANYA AKAN MENIPI ANDA DAN MERUGIKAN ANDA.
GURU YANG BAIK BUKAN
HANYA MEMILIKI SANGAT BANYAK PENGTAHUAN, MEMILIKI SANGAT BANYAK PENGALAMAN DAN
PENDIDIKAN YANG SANGAT TINGGI, TETAPI
GURU YANG BAIK WAJIB SANGAT MEMAHAMI DAN MENGUASAI MATERI YANG DIJARKAN,
SANGAT MAMPU MENYUSUN BAHAN AJARAN ATAU KURIKULUM YANG TERBAIK BAIK UNTUK MURID
YANG AKAN DI AJARNYA, SANGAT MAMPU UNTUK MENGAJAR MURID YANG DI AJARKA DENGAN
SANGAT BAIK SEHINGGA MURID YANG DI AJAR SANGAT MAMPU MENGUASAI SEMUA MATERI
YANG DI AJARKAN.
YANG AKAN SAYA BERIKAN
SAAT LES GRATIS ADALAH:
UNTUK PEMULA ATAU
PELAJARAN DILUAR SEKOLAH (MAHASISWA, DOSEN, KARYAWAN, GENERAL MANAGER, OWNER
PERUSAHAAN DAN LAIN SEBAGAINYA)
UNTUK PERCAKAPAN :
1) PELATIHAN
LAFAL BAHASA MANDARIN.
2) PELATIHAN
NADA DALAM BAHASA MANDARIN
3) PERCAKAPAN
SEDERHANA
4) TEKNIK
BELAJAR PERCAKAPAN
5) TEKNIK
MENGHAFAL KALIMAT
6) TEKNIK
MENGHAFAL KOSA KATA
7) TEKNIK
MENDENGAR
8) KEBUDAYAAN
TIONG KOK
9) FILSAFAT
TIONGKOK
10)
TEKNIK BELAJAR BAHASA MANDARIN
UNTUK YANG LENGKAP
(PERCAKAPAN, MENULIS, MENDENGAR, MEMBACA, GRAMAR DAN KEBUDAYAAN)
1) PELATIHAN
LAFAL BAHASA MANDARIN.
2) PELATIHAN
NADA DALAM BAHASA MANDARIN
3) GORESAN
DALAM BAHASA MANDARIN
4) TEKNIK
MENULIS AKSARA MANDARIN (HAN ZI) SECARA UMUM
5) TULISAN
DASAR
6) TEKNIK
BELAJAR BAHASA MANDARIN
7) TEKNIK
MENGHAFALKAN AKSARA MANDARIN (HAN ZI)
SEDERHANA
8) TEKNIK
MENGHAFALKAN AKSARA MANDARIN (HAN ZI)
RUMIT
9) TEKNIK
MENGHAFAL KALIMAT
10)
TEKNIK MENGHAFAL KOSA KATA
11)
TEKNIK BELAJAR MENDENGAR
12)
KEBUDAYAAN TIONG KOK
13)
FILSAFAT TIONGKOK
UNTUK ANAK SEKOLAH
ATAU MATERI SEKOLAH (MAHASISWA, MURID SD, MURID SMP, MURID SMA ATAU SMK)
1) PELAJARAN
SEKOLAH ATAU UNIVERSITAS
2) TEKNIK
BELAJAR BAHASA MANDARIN
3) TEKNIK
MENGHAFALKAN AKSARA MANDARIN (HAN ZI)
SEDERHANA
4) TEKNIK
MENGHAFALKAN AKSARA MANDARIN (HAN ZI)
RUMIT
5) TEKNIK
MENGHAFAL KALIMAT
6) TEKNIK
MENGHAFAL KOSA KATA
7) TEKNIK
BELAJAR MENDENGAR
8) KEBUDAYAAN
TIONG KOK
9) FILSAFAT
TIONGKOK
JIKA ANDA BEMINAT UNTUK COBA LES PRIVAT BAHASA MANDARIN GRATIS
ADA SYARAT 3 YANG HARUS ANDA PENUHI YAITU
1) UNTUK
JADWAL COBA LES PRIVAT BAHASA MANDARIN GRATIS WAJIB MEMBUAT JANJI DENGAN SAYA
PALING LAMBAT 3 HARI SEBELUMNYA
2) SISWA
HARUS MEMENUHI JANJINYA (DATANG ATAU SIAP LES TEPAT WAKTU) JIKA TIDAK
KESEMPATAN COBA LES PRIVAT BAHASA MANDARIN GRATIS ANDA AKAN GUGUR .
3) MEMBERIKAN
ALAMAT LENGAP ANDA DAN CONTAC ANDA
ANDA
BERMINAT LES PRIVAT BAHASA MANDARIN
XL :
087853300091
PIN BB :
542D2541
LINE :
young_bastian
INSTAGRAM :
HUANGKUNYANG
Di
bawa ini adalah harga rinci untuk les privat bahasa mandarin surabaya akan di
beri perician pehitungan biaya kursus perorang dan kursus perkali datang
DAFTAR HARGA
RINCI LES PRIVAT BAHASA MANDARIN SURABAYA
DAFTAR HARGA
MURID DATANG KERUMAH GURU
1 Orang
Hitungan
perkali datang 90.000.
300.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, , jika di hitung perkali datang 75.000
perdatang.
520.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di
hitung, jika di hitung perkali datang
65.000 perdatang.
720.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, , jika di hitung perkali datang 60.000
perdatang.
880.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 1.440.000 - 720.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 65.000 perdatang.
2 Orang
Hitungan
perkali datang 120.000.
360.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 180.000 /orang/bulan ,
jika di hitung perkali datang 90.000 perdatang.
640.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 320.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 80.000 perdatang.
840.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 420.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 70.000 perdatang.
960.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 480.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 60.000 perdatang.
3 Orang
Hitungan
perkali datang 150.000.
480.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 160.000 /orang/bulan ,
jika di hitung perkali datang 120.000 perdatang.
840.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 280.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 105.000 perdatang.
1.080.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 360.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 90.000 perdatang.
1.200.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 400.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 75.000 perdatang.
4 Orang
Hitungan
perkali datang 160.000.
560.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 140.000 /orang/bulan ,
jika di hitung perkali datang 140.000 perdatang.
960.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 240.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 120.000 perdatang.
1.200.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 300.000 /orang/bulan
, jika di hitung perkali datang 100.000 perdatang.
1.280.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 320.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 80.000 perdatang.
Sidotopo,
ploso, mulyosari, pakuwon, lebak, kenjeran, kusuma bangsa, karang asem
1 Orang
Hitungan
perkali datang 100.000.
320.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, , jika di hitung perkali datang 80.000
perdatang.
600.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di
hitung, jika di hitung perkali datang 75.000 perdatang.
840.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, , jika di hitung perkali datang 70.000
perdatang.
1.040.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang ,jika di hitung
perkali datang 65.000 perdatang.
2 - 3 Orang
Hitungan
perkali datang 120.000.
440.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 220.000 - 150.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 110.000 perdatang.
800.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 400.000 - 270.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali
datang 100.000 perdatang.
1.080.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 540.000 - 360.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 90.000 perdatang.
1.280.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 640.000 - 430.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 80.000 perdatang.
4 - 5 Orang
Hitungan
perkali datang 150.000.
640.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 160.000 - 130.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 160.000 perdatang.
1.120.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 280.000 - 230.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali
datang 140.000 perdatang.
1.440.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 360.000 - 290.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 120.000 perdatang.
1.600.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 400.000 - 320.000 /orang/bulan
,jika di hitung perkali datang 100.000 perdatang.
6 - 7 Orang
Hitungan
perkali datang 280.000.
840.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 140.000 - 120.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 210.000 perdatang.
1.440.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 240.000 - 210.000 orang/bulan ,jika di hitung perkali
datang 180.000 perdatang.
1.800.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 300.000 - 260.000 -
280.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 150.000 perdatang.
1.920.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 320.000 -
280.000 320.000 /orang/bulan ,jika di
hitung perkali datang 120.000 perdatang.
8 – 9 Orang
Hitungan
perkali datang 280.000.
960.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 120.000 - 110.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 240.000 perdatang.
1.600.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 200.000 - 180.000 orang/bulan ,jika di hitung perkali
datang 200.000 perdatang.
1.920.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 240.000 - 220.000 -
280.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 160.000 perdatang.
2.240.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 280.000 -
250.000 /orang/bulan ,jika di hitung
perkali datang 140.000 perdatang.
SURABAYA TIMUR
1 - 2 Orang
Hitungan
perkali datang 150.000.
520.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 520.000 - 260.000,
jika di hitung perkali datang 130.000 perdatang.
880.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di
hitung perorang 880.000 - 440.000 /orang/bulan , jika di hitung perkali datang
110.000 perdatang.
1.200.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 1.200.000 - 600.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 100.000 perdatang.
1.440.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 1.440.000 - 720.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 90.000 perdatang.
3 - 4 Orang
Hitungan
perkali datang 210.000.
660.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 220.000 - 165.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 165.000 perdatang.
1.080.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 360.000 - 270.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali
datang 135.000 perdatang.
1.440.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 480.000 - 360.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 120.000 perdatang.
1.680.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 560.000 - 420.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 105.000 perdatang.
5 - 6 Orang
Hitungan
perkali datang 300.000.
1.000.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 200.000 - 170.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 250.000 perdatang.
1.600.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 320.000 - 270.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali
datang 200.000 perdatang.
2.100.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 420.000 - 350.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 175.000 perdatang.
2.400.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 480.000 - 400.000
/orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 150.000 perdatang.
7 - 9 Orang
Hitungan
perkali datang 350.000.
1.120.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 160.000 - 140.000 -
130.000 /orang/bulan , jika di hitung perkali datang 280.000 perdatang.
1.960.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 280.000 - 245.000 -
220.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 245.000 perdatang.
2.520.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 360.000 - 315.000 -
280.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 210.000 perdatang.
2.800.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 400.000 - 350.000 -
320.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 175.000 perdatang.
Surabaya barat
1 - 3 Orang
Hitungan
perkali datang 200.000.
720.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 720.000 - 360.000 -
240.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 180.000 perdatang.
1.200.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di
hitung perorang 1.2000.000 - 600.000 - 400.000 /orang/bulan ,jika di hitung
perkali datang 150.000 perdatang.
1.440.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 1.440.000 - 720.000 –
480.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 120.000 perdatang.
1.600.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 1.600.000 - 800.000 –
540.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 100.000 perdatang.
4 - 6 Orang
Hitungan
perkali datang 280.000.
1.000.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 250.000 - 200.000 – 170.000
/orang/bulan , jika di hitung perkali datang 250.000 perdatang.
1.600.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 400.000 - 320.000 –
270.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 200.000 perdatang.
2.100.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 530.000 - 420.000 –
350.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 175.000 perdatang.
2.400.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 600.000 - 480.000 –
400.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 150.000 perdatang.
7 - 9 Orang
Hitungan
perkali datang 280.000.
1.280.000/bulan,
seminggu 1 kali, sebulan 4 kali, jika di hitung perorang 190.000 - 160.000 -
150.000 /orang/bulan , jika di hitung perkali datang 320.000 perdatang.
2.240.000/bulan,
seminggu 2 kali, sebulan 8 kali, jika di hitung perorang 320.000 - 350.000
-250.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 280.000 perdatang.
2.880.000/bulan,
seminggu 3 kali, sebulan 12 kali, jika di hitung perorang 420.000 - 360.000 –
320.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 240.000 perdatang.
3.200.000/bulan,
seminggu 4 kali, sebulan 16 kali, jika di hitung perorang 600.000 - 480.000 –
400.000 /orang/bulan ,jika di hitung perkali datang 200.000 perdatang.
ANDA
BERMINAT LES PRIVAT BAHASA MANDARIN
XL :
087853300091
PIN
BB
: 542D2541
LINE : young_bastian


Tidak ada komentar:
Posting Komentar