Kamis, 10 November 2016

China Akan Tolak Semua Keputusan PBB Soal Laut Cina Selatan


China menegaskan akan menolak semua aturan panel arbitrasi PBB tentang klaimnya atas wilayah Laut ChinaSelatan. Saat ini, negara itu terlibat sengketa perbatasan dengan sejumlah negara Asia.

Perwira tinggi angkatan Laut Cina, Laksamana Sun Jianguo, meminta negara-negara lain yang tidak punya klaim di Laut ChinaSelatan agar tidak mencampuri urusan itu. Hal itu disampaikannya hari Minggu (05/06) pada konferensi keamanan regional Shangrila di Singapura. Laksamana Sun secara tidak langsung menunjuk pada Amerika Serikat dan Australia-
"Kami tidak membuat masalah, tapi kami juga tidak takut," kata Sun, yang juga wakil kepala staf militer di Kementerian Pertahanan. "China tidak akan menerima putusan arbitrase, dan tidak akan membiarkan pelanggaran apapun pada kedaulatan dan keamanan kami, dan kami tidak akan tinggal diam," kata dia.
Panel arbitrase sengketa Laut ChinaSelatan akan digelar beberapa minggu depan di Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. Gugatannya diajukan oleh Filipina, yang mempertanyakan keabsahan politik perbatasan Chinaberdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Tentara Chinaberjaga di Spratly Islands, February 2016
Pada konferensi yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter mengatakan, putusan panel arbitrase PBB akan menjadi "kesempatan baik bagi Chinadan seluruh kawasan untuk membentuk masa depan yang berprinsip pada diplomasi dan untuk menurunkan ketegangan.
Ketegangan di Laut China Selatan diduga akan memicu naiknya anggaran pertahanan di kawasan Asia-Pasifik sampai seperempatnya hingga akhir dekade ini, demikian laporan yang dirilis lembaga konsultasi pertahanan IHS Jane pekan lalu.
Anggaran pertahanan di kawaan Laut ChinaSelatan diprediksikan akan naik dari US$ 435 miliar tahun lalu menjadi US$ 533 miliar pada tahun 2020. Belanja militer global juga akan bergeser dari Eropa Barat dan Amerika Utara ke arah pasar negara-negara berkembang, terutama di Asia, kata laporan itu.
  •  
Pangkalan Militer Chinadi Laut ChinaSelatan
Pesawat Pembom di Spratly?
Sejak pertengahan 2014 militer Chinasibuk memperluas "Fiery Cross Reef" di tepi barat kepulauan Spratly. Pakar di "Centre for International and Strategic Studies" di Washington dan Asia Maritime Transparency Initiative meyakini, negeri tirai bambu itu tengah membangun pangkalan udara sepanjang tiga kilometer. Landasan sepanjang itu mampu menampung pesawat pembom jarak jauh tipe H-6 milik China
"Sejumlah negara pantai di Laut ChinaSelatan tampaknya menanggapi sikap Chinadengan lebih tegas, dan tidak ada tanda-tanda tren ini akan segera berakhir," kata Craig Caffrey dari IHS Jane.
Anggaran pertahanan Chinatahun lalu mencapai US$ 146 miliar. Pertumbuhan ekonomi memang melambat, tapi anggaran pertahanan diperkirakan akan terus naik mencapai sekitarUS $ 233 miliar pada tahun 2020.


Anda berminat les privat bahasa mandarin hubungi
    
     XL           :      087853300091
 

FLEXI           :       031-83809482


    PIN BB           :        542D2541


        PIN BB        :      2619E4DB



DAFTAR HARGA LES PRIVAT BAHASA MANDARIN DENPASAR




1 orang           560.000/bulan



2-3 Orang          840.000/bulan



4-5 Orang            1.200.000/bulan



6-7 Orang             1.400.000/bulan



8-9 Orang            1.440.000/bulan




SEBULAN 8 KALI SEMINGGU 2 KALI SEKALI PERTEMUAN 65-85 MENIT







ANDA BERMINAT LES PRIVAT BAHASA MANDARIN


    XL           :      087853300091
 
    PIN BB           :        542D2541

 LINE  :    young_bastian

 INSTAGRAM :    HUANGKUNYANG



Tidak ada komentar:

Posting Komentar